Pasang Iklan Gratis

Tottenham Kehilangan Momentum Gaet Eberechi Eze, Klausul 68 Juta Poundsterling Resmi Kedaluwarsa

 Upaya Tottenham Hotspur untuk menggaet Eberechi Eze dari Crystal Palace menghadapi rintangan baru. Spurs disebut-sebut terlambat mengaktifkan klausul pelepasan sang gelandang kreatif yang bernilai 68 juta Poundsterling, atau setara Rp. 1,4 triliun, karena klausul tersebut resmi berakhir ketika musim Premier League 2025/2026 dimulai.

Kabar ini tentu menjadi pukulan bagi manajemen Spurs. Sebab, ketertarikan terhadap Eze kembali mencuat setelah James Maddison mengalami cedera lutut anterior (ACL) yang diprediksi membuatnya absen sepanjang musim.

Tottenham sebenarnya sudah lama mengagumi Eze, namun minat itu sempat meredup. Menurut laporan dari Evening Standard, cederanya Maddison menjadi alasan utama Spurs kembali membuka pembicaraan dengan kubu Eze. Sang gelandang kreatif disebut terbuka dengan peluang hijrah ke London Utara.

“Tottenham sedang bersiap membuka pembicaraan resmi dengan Eze setelah mengetahui bahwa sang pemain berminat pindah,” tulis laporan tersebut.

Sayangnya, Spurs kehilangan momentum. Kesempatan membajak Eze lewat klausul pelepasan hilang begitu saja setelah mereka melewatkan tenggat waktu. Klausul itu tidak berlaku lagi begitu musim dimulai, sehingga kini Palace memiliki kuasa penuh dalam negosiasi.

Palace Pegang Kendali

Jika klausul 68 juta Poundsterling masih berlaku, Palace tidak akan bisa menahan kepergian Eze. Namun kini situasinya berbeda. The Eagles dapat menuntut harga yang lebih tinggi, apalagi kontrak Eze masih berlaku hingga akhir musim 2026/2027.

Artinya, Crystal Palace berada di posisi tawar yang kuat. Spurs harus menyiapkan dana lebih besar jika benar-benar serius, sementara Palace diyakini tidak terburu-buru melepas pemain terbaiknya.

Di sisi lain, Eze sendiri masih merasa nyaman di Selhurst Park. Media Inggris menyebutkan bahwa meski digoda klub besar, gelandang timnas Inggris itu tetap fokus membela Palace.

Eze bukan sekadar nama populer di bursa transfer. Sejak bergabung dari Queens Park Rangers, dia sudah mencatat 168 penampilan, dengan torehan 40 gol dan 28 assist. Musim lalu saja, ia menghasilkan 14 gol dan 11 assist dari 43 pertandingan di semua kompetisi.

Catatan itu membuatnya menjadi salah satu gelandang serang paling produktif di Premier League. Tidak mengherankan jika Spurs maupun Arsenal sama-sama menaruh minat pada pemain berusia 27 tahun tersebut.

Pelatih Palace, Oliver Glasner, bahkan memastikan Eze akan tetap jadi starter di laga pembuka melawan Chelsea akhir pekan ini. “Saya berharap Eze tampil sejak awal. Dia adalah bagian penting dari tim ini,” ujar Glasner dikutip dari Evening Standard.

Selain Tottenham, Arsenal juga sempat berada di barisan terdepan untuk mendapatkan Eze. Ketika minat Spurs sempat meredup, The Gunners terlihat serius memantau situasi. Bahkan, sejumlah laporan menyebut Eze menyambut baik kemungkinan bergabung dengan tim asuhan Mikel Arteta.

Tottenham Perlu Strategi Baru

Dengan kondisi seperti ini, Tottenham harus menempuh jalur yang lebih sulit. Mereka tidak bisa lagi mengandalkan klausul pelepasan, melainkan harus duduk bersama Palace untuk merundingkan harga.

Namun, negosiasi ini tentu tidak mudah. Palace yang baru saja menjuarai Piala FA dan Community Shield tentu ingin mempertahankan pemain bintang mereka. Apalagi Eze masih punya kontrak panjang dan menjadi wajah klub.

Meski demikian, ada celah yang bisa dimanfaatkan Spurs. Jika Eze tidak memperpanjang kontraknya hingga musim depan, Palace bisa berada dalam tekanan untuk menjual dengan harga lebih rendah agar tidak kehilangan sang pemain secara gratis pada 2027.

Bursa transfer musim panas masih berjalan, tetapi waktu semakin sempit. Spurs harus segera membuat keputusan apakah siap menggelontorkan dana besar atau menunggu hingga situasi kontrak Eze lebih menguntungkan mereka.

Di sisi lain, absennya Maddison membuat kebutuhan akan gelandang kreatif baru terasa mendesak. Manajer Ange Postecoglou tentu tidak ingin kehilangan keseimbangan di lini tengah.

Jika Tottenham gagal mendatangkan Eze atau pemain dengan kualitas setara, ambisi mereka untuk menembus empat besar bisa terhambat sejak awal musim.

Klausul pelepasan Eberechi Eze senilai 68 juta Poundsterling, atau setara Rp. 1,4 triliun, kini resmi tidak berlaku. Tottenham harus menghadapi kenyataan bahwa mereka membutuhkan negosiasi panjang dan biaya lebih besar jika ingin membawa sang bintang ke London Utara.

Situasi ini membuat Spurs berada di persimpangan jalan: berani mengeluarkan dana ekstra demi pengganti Maddison, atau menunggu hingga musim depan dengan risiko kehilangan momentum.

Yang jelas, saga transfer Eze akan terus menarik perhatian sepanjang bursa musim panas ini. Bagi Tottenham, inilah ujian besar apakah mereka benar-benar serius membangun skuad untuk kembali bersaing di papan atas Premier League.

0 Response to "Tottenham Kehilangan Momentum Gaet Eberechi Eze, Klausul 68 Juta Poundsterling Resmi Kedaluwarsa"

Posting Komentar