Jumlah korban tewas bus ALS bertambah, temuan tubuh kecil di bagian ketiak bikin petugas syok
Jumlah korban tewas dalam kecelakaan maut yang melibatkan PO Bus ALS dan truk tangki BBM di Karangjaya, Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan, terus bertambah.
Peristiwa tragis yang terjadi pada Kamis (7/5/2026) itu sebelumnya sempat dilaporkan menewaskan belasan penumpang.
Namun, di tengah proses penanganan korban, kabar duka kembali datang setelah ditemukan adanya tambahan korban meninggal dunia.
Tambahan korban tersebut membuat suasana haru menyelimuti keluarga penumpang yang masih menunggu kepastian kondisi kerabat mereka di rumah sakit maupun lokasi penanganan jenazah.
Karumkit RS Bhayangkara Moh Hasan, Budi Susanto, mengungkapkan bahwa jumlah korban meninggal kini bertambah menjadi 18 orang.
Korban tambahan diketahui meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit setelah sempat mendapat penanganan medis akibat luka serius yang dialami dalam kecelakaan tersebut.
Ia menjelaskan, satu korban tambahan itu sebelumnya berada dalam kondisi kritis usai dievakuasi dari lokasi kecelakaan maut.
Tim medis sempat berupaya memberikan pertolongan maksimal, namun nyawa korban akhirnya tidak tertolong.
Kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki BBM tersebut diketahui terjadi di wilayah Karangjaya, Kabupaten Muratara.
Benturan keras antara dua kendaraan besar itu menyebabkan banyak penumpang mengalami luka berat hingga meninggal dunia.
Peristiwa itu juga sempat membuat proses evakuasi berlangsung dramatis.
Petugas gabungan harus bekerja keras mengevakuasi korban dari badan kendaraan yang mengalami kerusakan parah akibat benturan.
Bertambahnya jumlah korban meninggal membuat tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan paling memilukan yang terjadi di wilayah Sumatera Selatan pada tahun 2026.
Hingga kini, proses identifikasi korban masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.
Sementara keluarga korban tampak terus berdatangan ke rumah sakit untuk mencari informasi mengenai anggota keluarga mereka yang menjadi korban dalam kecelakaan maut tersebut.
Saling Menempel
Tim DVI Polda Sumsel menemukan satu kantong jenazah berisi dua potongan tubuh.
Dua potongan tubuh itu saling menempel di bagian ketiak sehingga sempat diduga berasal dari satu korban.
“Setelah kita lakukan pemeriksaan, kita curigai bahwa ini bukan bagian tubuh dari yang satu lagi. Berbeda dia,” kata dr Budi dikutip dari Tribun Sumsel
Dr. Budi menutukan tim DVI juga menyebutkan kondisi potongan tubuh tersebut sangat kecil dan hancur, sehingga jenis kelaminnya belum dapat dipastikan.
Namun, dari hasil pemeriksaan awal, bagian tubuh itu diduga milik anak kecil.
“Kita menduga temuan satu body part tadi diduga anak-anak yang mungkin usianya di bawah lima tahun,” bebernya.
Proses Identifikasi
Dr. Budi mengatakan tim menemukan 16 kantong jenazah terkait proses identifikasi korban oleh tim DVI Polda Sumsel.
Namun, setelah dilakukan pendalaman dan pemeriksaan lanjutan, ditemukan tambahan bagian tubuh yang diduga berasal dari korban lain.
“Yang kita lakukan di sini hanya terfokus kepada identifikasi saja. Kemarin sudah dirilis ada 16 kantong mayat. Ternyata pada hasil penelusuran hari ini, kita menemukan 17 jenazah (di lokasi kejadian),” ungkap Dr. Budi.
Dr. Budi mengatakan total korban meninggal akibat kecelakaan bus tersebut kini berjumlah 18 orang.
“18 orang yang meninggal akibat kecelakaan tersebut, tapi yang meninggal di tempat pada saat itu 17 orang termasuk kantong yang berisikan dua potongan tubuh. Satu orang korban lagi meninggal dunia yakni Fahrul, warga Tegal, di RSUD Rupit," ungkapnya.
Korban Tewas
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Prov Sumsel, Trisnawarman, mengatakan Fahrul meninggal dunia karena luka yang dialaminya sangat berat.
“Korban meninggal akibat Acute Respiratory Failure atau gagal napas terkait luka bakar 90 persen,” kata Kadinkes Sumsel.
Lanjut Trisnawarman, sedangkan untuk kondisi satu korban lainnya yang masih menjalani perawatan intensif yakni Jumiatun (34), diagnosisnya luka bakar 80 sampai 89 persen di seluruh badan.
"Sekarang kondisi pasien tensinya 110, SpO2-nya 100 persen, tetapi masih menggunakan ventilator,” bebernya.
Menurutnya, korban sengaja ditidurkan selama perawatan untuk mengurangi rasa sakit akibat luka bakar yang hampir menyelimuti seluruh tubuhnya.
“Pasien sekarang kondisinya ditidurkan, karena jangan sampai kalau dia bangun bisa gelisah karena sakit semua badannya. Hingga kini korban dirujuk ke RS Bhayangkara melalui jalur darat,” tambahnya.
Ditambahkannya, karena kondisi banjir di wilayah Muratara dan dikhawatirkan terjadi pemadaman listrik, pasien akhirnya diputuskan dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan di Palembang menggunakan ambulans ICU lengkap dengan ventilator dan pengawalan kepolisian.


0 Response to "Jumlah korban tewas bus ALS bertambah, temuan tubuh kecil di bagian ketiak bikin petugas syok"
Posting Komentar