HIPMI dorong akses KUR makin mudah lewat kanal aspirasi usaha UMKM
Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) mendorong kemudahan, transparansi, dan tepat sasaran bagi pengusaha muda serta UMKM di seluruh Indonesia melalui akses kredit usaha rakyat (KUR).
"HIPMI menilai akses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting agar pengusaha dapat mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, dan menciptakan lapangan kerja," kata Ketua Umum BPP HIPMI Ade Jona Prasetyo dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta
Ia menyampaikan KUR merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha. Karena itu, implementasinya perlu terus diperkuat agar manfaat KUR semakin luas dirasakan oleh pelaku usaha yang memiliki potensi untuk tumbuh.
Dia menekankan KUR harus menjadi salah satu tangga bagi pengusaha untuk naik kelas. Banyak pengusaha muda memiliki usaha dan pasar yang terus berkembang, tetapi untuk memperbesar kapasitas tentu membutuhkan akses pembiayaan yang memadai.
"Ketika usahanya tumbuh, lapangan kerja yang mereka ciptakan juga akan semakin besar,” ujar Ade.
Menurutnya, prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan tetap penting. Namun pada saat yang sama, pelaku usaha juga membutuhkan informasi mengenai persyaratan, proses, dan mekanisme KUR yang semakin mudah dipahami.
Untuk itu, HIPMI menyiapkan kanal aspirasi dan pendampingan KUR yang dapat menjangkau pengusaha muda melalui jaringan HIPMI di berbagai daerah. Kanal tersebut akan menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk menyampaikan pengalaman, masukan, maupun kendala yang ditemui dalam proses mengakses pembiayaan KUR.
“HIPMI memiliki jaringan pengusaha sampai ke daerah. Kami ingin mendengar langsung apa yang mereka alami ketika mengakses pembiayaan. Kalau persoalannya kesiapan usaha atau administrasi, kita bantu arahkan," tuturnya.
Dia menegaskan apabila ada persoalan yang membutuhkan komunikasi dengan pihak terkait, HIPMI siap menjadi jembatan.
Ia memastikan setiap masukan yang diterima nantinya akan ditelaah dan dipetakan sehingga tidak berhenti sebagai laporan individual.
HIPMI, lanjut Ade, ingin melihat apakah terdapat persoalan yang berulang di berbagai daerah dan menjadikannya sebagai masukan konstruktif dalam memperkuat ekosistem KUR.
Ade menegaskan langkah tersebut bukan untuk mencari kesalahan pemerintah maupun lembaga penyalur. Sebaliknya, HIPMI ingin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan dunia usaha agar program pembiayaan semakin efektif.
“Semangatnya adalah mencari solusi bersama. Pemerintah sudah memberikan dukungan melalui KUR, lembaga keuangan menjalankan penyaluran dengan prinsip kehati-hatian, sementara HIPMI bisa membantu dari sisi kesiapan dan pengalaman pengusaha di lapangan,” jelasnya.
Ke depan, HIPMI juga ingin mendorong agar akses pembiayaan semakin mampu mengikuti perjalanan pertumbuhan sebuah usaha.
Menurut Ade, tantangan Indonesia bukan hanya melahirkan sebanyak mungkin pengusaha baru, tetapi juga memastikan pengusaha yang sudah tumbuh memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi perusahaan yang lebih besar.
“Semakin banyak pengusaha yang naik kelas, semakin besar kapasitas ekonomi yang kita bangun. Mereka akan membuka usaha baru, memperluas produksi, menyerap tenaga kerja, dan menciptakan nilai tambah," kata Ade.
"Itu yang ingin HIPMI dorong bersama pemerintah dan seluruh ekosistem pembiayaan,” tambah Ade.
0 Response to "HIPMI dorong akses KUR makin mudah lewat kanal aspirasi usaha UMKM"
Posting Komentar