Saat Rusia memilih, ratusan drone menggempur Moskow
Warga Rusia sedang menuju tempat-tempat pemungutan suara ketika langit Moskow menghadapi salah satu gelombang serangan drone terbesar sejak perang Ukraina dimulai. Pada hari terakhir pemilu parlemen, Ahad (20/9/2026), ratusan pesawat nirawak dilaporkan bergerak menuju ibu kota Rusia, sementara ledakan terdengar dan asap membubung dari sebuah kilang minyak.
Pemerintah Rusia menyebut serangan tersebut belum pernah terjadi sebelumnya dalam skala yang diarahkan ke Moskow. Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan pertahanan Rusia telah mencegat lebih dari 1.600 drone sejak Sabtu, dengan sekitar 450 di antaranya disebut mengarah ke ibu kota.
Serangan itu menewaskan sedikitnya tiga orang di wilayah Moskow, menurut otoritas Rusia. Sebuah fasilitas di kilang minyak Moskow juga mengalami kerusakan, sementara sebuah drone menghantam bangunan apartemen dan memaksa ratusan penghuni dievakuasi.
Le Monde menggambarkan serangan tersebut berlangsung ketika Rusia memasuki hari terakhir pemilu parlemen pertamanya sejak invasi skala penuh ke Ukraina dimulai pada Februari 2022. Perang yang selama bertahun-tahun lebih banyak berlangsung di wilayah Ukraina pada hari pemungutan suara itu kembali terasa langsung di sekitar pusat politik Rusia.
Waktu serangan membuat Moskow langsung menghubungkannya dengan pemilu. Sobyanin menuding operasi tersebut sengaja dilakukan untuk mengganggu proses pemungutan suara, meskipun tudingan mengenai motif itu berasal dari pihak Rusia dan tidak disertai bukti independen mengenai tujuan politik serangan tersebut.
“Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu pemilu,” kata Sobyanin. Ia menambahkan upaya tersebut, menurut pemerintah Rusia, tidak berhasil.
Langit Moskow Dipenuhi Drone
Skala serangan menjadi perhatian utama. Reuters menyebutnya sebagai serangan drone Ukraina terbesar yang sejauh ini dilaporkan terhadap wilayah Moskow, sedangkan Al Jazeera menilai gelombang tersebut termasuk serangan satu hari terbesar terhadap Rusia sejak perang dimulai.
Pertahanan udara Rusia mencegat sebagian besar drone, tetapi sejumlah pesawat nirawak berhasil mencapai sasaran. Sobyanin mengatakan beberapa drone mencapai kompleks kilang minyak Moskow dan satu lainnya menghantam bangunan apartemen.
Gubernur wilayah Moskow Andrey Vorobyov mengatakan dua orang tewas dalam serangan terpisah dan korban ketiga kemudian meninggal di rumah sakit. Di distrik Ramenskoye, sekitar 400 orang, termasuk 70 anak, dievakuasi dari sebuah gedung apartemen 21 lantai setelah serangan menyebabkan kebakaran dan kerusakan.
Reuters melaporkan wartawannya di Moskow mendengar ledakan dan melihat asap membubung dari kawasan kilang minyak. Kilang tersebut bukan sasaran baru karena sebelumnya beberapa kali menjadi target serangan Ukraina.
Fasilitas itu memiliki arti ekonomi yang besar. Berdasarkan data terakhir yang dikutip Reuters, kilang Moskow memproses sekitar 11,6 juta ton minyak pada 2024 serta menghasilkan jutaan ton bensin dan solar.
Serangan terhadap kilang juga merupakan bagian dari strategi Ukraina yang lebih luas. Kyiv dalam beberapa bulan terakhir meningkatkan serangan terhadap fasilitas energi Rusia dengan tujuan menekan pendapatan dan pasokan bahan bakar yang dinilai menopang operasi perang Moskow.
Dampaknya mulai terasa. Reuters melaporkan serangan terhadap fasilitas pengolahan minyak telah mengurangi sebagian kapasitas penyulingan Rusia, memicu kelangkaan produk minyak, kenaikan harga bahan bakar, serta antrean di sejumlah wilayah.
Zelensky Sebut Infrastruktur Perang
Ukraina tidak menyatakan pemilu sebagai sasaran operasi tersebut. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky justru menyoroti keberhasilan serangan jarak jauh terhadap fasilitas energi dan logistik di sekitar Moskow.
“Respons jarak jauh kami memberikan dampak yang sangat signifikan di wilayah Moskow tadi malam,” kata Zelensky. Ia menyebut sebuah fasilitas penting industri minyak Rusia dan fasilitas logistik telah terkena serangan.
Zelensky menghubungkan sasaran tersebut dengan pembiayaan perang Rusia. Menurut dia, fasilitas minyak dan logistik yang diserang menghasilkan miliaran dolar yang menopang mesin perang Moskow.
Pernyataan tersebut menunjukkan perbedaan narasi kedua pihak. Moskow mengaitkan waktu serangan dengan upaya mengganggu pemilu, sedangkan Kyiv menekankan sasaran ekonomi dan logistik yang berhubungan dengan kemampuan Rusia melanjutkan perang.
Serangan lintas perbatasan itu juga tidak berlangsung satu arah. Pada malam yang sama, Rusia kembali mengirim drone ke Ukraina dan serangan di wilayah Kyiv menewaskan sedikitnya empat orang, termasuk tiga anak, menurut otoritas Ukraina yang dikutip Al Jazeera.
Angkatan Udara Ukraina mengatakan Rusia meluncurkan 138 drone berbagai jenis dalam serangan malam tersebut dan pertahanan udara mengklaim menjatuhkan 101 di antaranya. Serangan Rusia juga dilaporkan mengenai sejumlah wilayah lain ketika kedua negara terus meningkatkan operasi jarak jauh.
Pemilu di Tengah Perang
Serangan drone terjadi dalam pemilu yang memiliki arti khusus bagi Rusia. Pemungutan suara pada 18–20 September merupakan pemilu parlemen pertama sejak Moskow melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022 dan menentukan seluruh 450 kursi Duma Negara.
Partai Rusia Bersatu yang mendukung Presiden Vladimir Putin kembali meraih mayoritas besar berdasarkan hasil yang dilaporkan media pemerintah Rusia. Ketika lebih dari 71 persen suara telah dihitung, partai tersebut memperoleh sekitar 57,5 persen suara daftar partai, menurut angka yang dilaporkan kantor-kantor berita Rusia dan dikutip Euronews.
Pemilu juga berlangsung di wilayah Ukraina yang diduduki dan dianeksasi Rusia. Ukraina dan sebagian besar komunitas internasional tidak mengakui pencaplokan wilayah-wilayah tersebut sebagai bagian dari Federasi Rusia.
Kontestasi berlangsung dengan ruang politik yang terbatas bagi kelompok yang menentang perang. Euronews melaporkan Partai Yabloko, yang mengambil posisi menentang perang, dikeluarkan dari surat suara setelah keputusan Mahkamah Agung Rusia beberapa pekan sebelum pemilu.
Karena itu, pemilu tidak hanya menjadi perebutan kursi parlemen. Pemungutan suara juga dibaca sebagai salah satu indikator bagaimana perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun memengaruhi kehidupan politik dan sosial di dalam Rusia.
Serangan drone membuat pertanyaan itu menjadi semakin konkret. Pada saat warga memberikan suara, dampak perang tidak lagi hanya datang melalui berita dari garis depan Ukraina, tetapi melalui alarm pertahanan udara, ledakan, gedung yang rusak, dan kepulan asap dari infrastruktur energi di sekitar ibu kota.
0 Response to "Saat Rusia memilih, ratusan drone menggempur Moskow"
Posting Komentar