Pasang Iklan Gratis

Kemendikdasmen: 386 SMK KTI telah direvitalisasi demi mutu pendidikan

  Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyampaikan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran merupakan strategi besar untuk meningkatkan pemerataan akses dan kualitas pendidikan di Tanah Air.

“Program ini adalah strategi besar untuk meningkatkan pemerataan akses dan kualitas, demi menyiapkan generasi kompeten dan berdaya saing," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin dikutip di Jakarta

Diketahui, program revitalisasi yang dilaksanakan sejak tahun 2025 telah diimplementasikan di seluruh negeri, termasuk SMK-SMK di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Sebanyak 389 SMK di KTI telah menerima intervensi program tersebut secara bertahap dengan total anggaran lebih dari Rp649 miliar rupiah.

Selain program revitalisasi, sebanyak 1.972 SMK juga telah menerima Program Digitalisasi Pembelajaran, meliputi SMK di Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Kedua program itu diketahui tidak hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis teknologi dengan menghadirkan ruang belajar yang lebih layak, sekaligus memastikan ruang tersebut terhubung dengan kemajuan digital.

Keterbatasan fasilitas pembelajaran, kondisi bangunan yang kurang layak, serta minimnya sarana pendukung proses belajar mengajar, menjadi salah satu tantangan serius yang sering dialami oleh SMK di wilayah KTI. Selain itu kondisi geografis, transportasi lokal, dan cuaca menjadi tantangan tersendiri.

Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, fasilitas yang dibutuhkan SMK, seperti Ruang Praktik Siswa (RPS), ruang kelas, toilet, dan sarana lainnya, diperbaiki dan dibangun ulang agar bisa menghadirkan sekolah yang aman dan nyaman.

Pemerintah juga telah membuka akses belajar melalui Program Digitalisasi Pembelajaran, yang diwujudkan dengan penyaluran Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) ke satuan pendidikan, khususnya SMK.

Penggunaan PID di kelas memungkinkan pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menghadirkan peluang baru untuk mengakses sumber belajar yang lebih luas.

Kepala SMK Gotong Royong Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara, Petronela Baranyanan menyampaikan adanya penyaluran PID ke sekolah menjadikan atmosfer pembelajaran di SMK itu lebih hidup.

Pada awalnya, kata dia, kegiatan pembelajaran di dalam kelas lebih terpusat pada guru. Dengan adanya penggunaan PID, murid menjadi lebih bersemangat dan tertarik untuk mencari tahu serta menjelaskan hasil yang telah mereka dapatkan.

“Pembelajaran bisa menjadi lebih kontekstual. Menu yang terdapat di dalam PID memudahkan murid sehingga murid lebih antusias untuk mengikuti pembelajaran terutama ketika diskusi kelompok karena mereka bisa membuat visual pembelajaran di PID tersebut,” ucap Petronela Baranyanan.

0 Response to "Kemendikdasmen: 386 SMK KTI telah direvitalisasi demi mutu pendidikan"

Posting Komentar