Fakta yang ditutupi Pentagon: Pangkalan AS porak-poranda dibombardir Iran menurut investigasi media
Investigasi The Wall Street Journal (WSJ) mengungkap bahwa Pentagon selama ini menutup-nutupi fakta kerusakan pangkalan Amerika Serikat (AS) di Bahrain akibat serangan rudal dan drone oleh Iran. Seperti dilansir India Today, Jumat (26/6/2026), serangan berulang oleh Iran terhadap Aktivitas Pendukung Maritim (NSA) Bahrain antara akhir Februari dan Juni mengakibatkan kerusakan berat hingga kritis di infrastuktur militer AS itu.
Temuan WSJ berdasarkan citra satelit, potongan video di media sosial, dan wawancara dengan anggota dan bekas anggota militer AS, mengungkap bahwa kerusakan lebih besar dari apa yang diakui oleh Pentagon. Skala kerusakan disebut membuat negara di kawasan melakukan evaluasi terhadap jejak militer AS di Timur Tengah.
Beberapa pejabat yang dikutip WSJ menimbang apakah beberapa pangkalan harus direlokasi, dikurangi atau dibangun ulang untuk mengantisipasi meningkatnya ancaman dari rudal dan drone Iran. Investigasi WSJ mengungkap bahwa beberapa rudal dan drone Iran berhasil mempenetrasi sistem pertahanan udara AS dan menghantam bagian-bagian strategis NSA Bahrain.
Dampak serangan Iran di panglalan AS di Bahrain yang menampung Komando Pusat Angkatan Laut AS dan Armada Kelima AS. - (Citra Satelit)
Di antara fasilitas yang rusak adalah markas besar pusat kontrol, sepuluh bangunan lain , dan dua terminal komunikasi satelit yang digunakan untuk operasi militer. Sementara Pentagon menyebut tidak ada anggotanya yang terbunuh di pangkalan dan operasi tetap berlanjut tanpa gangguan besar, sebagian besar personel AS telah dievakuasi sebelum serangan besar dari Iran datang.
Menjawab pertanyaan terkait serangan-serangan Iran, Juru Bicara Pusat Komandor AS (CENTCOM) Kapten Tim Hawkins mempertahankan strategi militer AS.
"CENTCOM berhak memprioritaskan perlindungan orang-orang yang ada di dalam gedung-gedung, dan strategi kami adalah melindungi orang-orang yang bekerja. Iran menembakkkan lebih dari 8.000 rudal dan drone dan hanya dua yang menghantam dan berujung pada jatuhnya korban," kata Hawkins kepada WSJ.
Menurut Hawkins, Angkatan Bersenjata AS menderita kerusakan yang sedikit dalam perang Iran. Sementara, "AS menghantam lebih dari 13.500 target," Hawkins menambahkan.
Reset strategi
Menurut laporan WSJ, serangan-serangan Iran mengakibatkan lebih dari sekadar kerusakan gedung-gedung. Iran telah memaksa para pejabat senior pertahanan AS untuk menimbang ulang apakah pangkalan-pangkalan AS yang selama ini telah ada di kawasan Teluk tetap relevan di era rudal dan drone dengan presisi tinggi.
Serangan Iran telah memaksa Iran menguji beberapa opsi. Opsi-opsi itu termasuk mendesain ulang pangkalan Bahrain, mengurangi kehadiran militer AS di Kuwat dan Arab Saudi, memindahkan fungsi-fungsi komando lebih jauh ke barat dan menempatkan lebih banyak fasilitas di bawah tanah.
Para perang militer di AS juga mempertimbangkan penyebaran kapabilitas militer mereka di banyak lokasi yang lebih kecil daripada memusatkannya di pangkalan-pangkalan besar. Meski demikian, seperti dilaporkan WSJ, belum ada keputusan final yang diambil oleh Pentagon.
Israel menjadi di antara negara yang dipertimbangkan menjadi lokasi tambahan bagi tempat aset militer AS setelah negara sekutu AS itu mengakomodasi puluhan jet AS selama konflik, menurut dua pejabat Pentagon dalam laporan WSJ.
Perang yang mahal
Dampak finansial dari perang yang baru saja berhenti lewat gencatan senjata masih belum jelas jumlahnya. Pentagon menolak untuk menyediakan sebuah perkiraan lengkap soal dampak kerusakan perang yang diderita pangkalan-pangkalan AS kepada Kongres.
Saat para anggota Kongres AS pada Mei lalu menekan Menteri Pertahanan Pete Hegseth tentang ongkos perang dengan Iran, dia menjawab, "Berapa harga dari Iran memiliki senjata nuklir?"
Meski demikian Pentagon kemudian mengonfirmasi bahwa perkiraan mereka soal ongkos perang mencapai 29 miliar dolar AS, dan belum termasuk kerusakan dari instalasi militer.
Sementara, Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan perang Iran secara keseluruhan menghabiskan 40 miliar dolar AS. Adapun, dampak kerusakan pangkalan militer AS antara 2,2 miliar hingga 5,1 miliar dolar AS.
Menurut CSIS, dua satelit komunikasi AN/GSC-52B yang hancur dihantam rudal dan drone Iran harganya mencapai 20 juta dolar AS satu unitnya.
Menggunakan model konstruksi Departemen Pertahanan yang tersedia di publik, WSJ memperkirakan bahwa membangun ulang struktur di NSA Bahrain saja akan menghabiskan sekitar 400 juta dolar AS. Angka itu hanya untuk biaya konstruksi dan tidak termasuk biaya pembelian perlengkapan militer khusus, sistem komunikasi atau peningkatan sistem keamanan tambahan.
Tereksposnya titik lemah AS
Beberapa ahli militer percaya bahwa perang belum lama ini mengekspose kelamahan-kelemahan dalam infrastruktur yang puluhan tahun dibangun sebelum Iran mengembangkan rudal dan drone presisi masa kini. Tidak seperti instalasi militer AS lain di luar negeri, NSA Bahrain juga difungsikan sebagai sebuah permukiman komunitas. Keluarga anggota militer tinggal di pangkalan itu.
Di NSA Bahrain tersedia restoran, sekolah, fasilitas rekreasional, dan tempat perbelanjaan. Banyak pelaut yang kembali setelah penugasan panjang, kerap menggunakan fasilitas di NSA Bahrain sebelum kembali bertugas.


0 Response to "Fakta yang ditutupi Pentagon: Pangkalan AS porak-poranda dibombardir Iran menurut investigasi media"
Posting Komentar