Pasang Iklan Gratis

Spanyol singkirkan Uruguay, gol Baena antar La Furia Roja juara grup Piala Dunia 2026

 Pagi di Guadalajara tidak dimulai dengan ledakan serangan. Yang terdengar justru suara sepatu yang beradu, teriakan singkat dari pinggir lapangan, dan rasa gugup yang pelan-pelan memenuhi stadion. Uruguay tahu mereka membutuhkan kemenangan. Spanyol tahu mereka tidak perlu terburu-buru.

Pada pertandingan terakhir Grup H Piala Dunia 2026 di Guadalajara Stadium, Sabtu 27 Juni 2026 pagi WIB, Spanyol menundukkan Uruguay 1-0 lewat gol Alex Baena. Hasil itu membawa La Furia Roja menutup fase grup sebagai juara dengan tujuh poin dan memastikan tiket ke babak 32 besar.

Tetapi kemenangan itu tidak lahir dari permainan yang gaduh. Spanyol menang dengan cara yang lebih sunyi: menguasai ruang, memutus ritme lawan, lalu menyerang pada waktu yang tepat.

Subjudul: Spanyol menguasai ritme, Uruguay kehilangan arah

Uruguay mencoba tampil agresif sejak awal. Bola lebih sering berada di kaki mereka, tetapi hampir semua jalur menuju kotak penalti terputus di tengah. Rodri berdiri seperti pengatur lalu lintas. Pedri bergerak mencari celah. Mikel Merino menjaga keseimbangan.

Peluang pertama datang melalui Mikel Oyarzabal. Penyelesaiannya masih melebar, tetapi menjadi tanda bahwa Spanyol tidak sedang menunggu—mereka sedang memilih waktu.

Gol akhirnya datang menjelang jeda. Menit ke-42, Alex Baena menerima bola di area padat. Dalam ruang sempit dan pengawalan ketat, ia tetap sempat melepaskan tendangan menyilang.

Fernando Muslera sebenarnya menyentuh bola. Tetapi sentuhan itu tidak cukup. Bola tetap masuk. Spanyol unggul 1-0.

Gol itu mengubah pertandingan. Uruguay yang sebelumnya bermain sabar mulai meningkatkan tempo. Darwin Nunez berusaha mencari ruang, sementara Federico Valverde lebih sering naik membantu serangan.

Tetapi pertahanan Spanyol tidak memberi banyak kesempatan. Di akhir babak pertama, Aymeric Laporte melakukan intersep penting untuk memutus umpan menuju Nunez.

Kartu merah Canobbio tutup perjalanan Uruguay

Masuk babak kedua, Uruguay makin terbuka. Lamine Yamal hampir membuat keadaan selesai pada menit ke-63 saat umpannya diterima Dani Olmo. Namun tembakan Olmo melayang.

Uruguay terus memaksa. Menit ke-82, Nicolas Oliveira melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Unai Simon terbang. Penyelamatan itu terasa seperti gol. Tekanan Uruguay berubah menjadi frustrasi.

Memasuki injury time, Agustin Canobbio melakukan tekel keras kepada Pau Cubarsi. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah.

Yang membuat suasana semakin panas, Canobbio menghampiri wasit dan menarik bajunya sebelum akhirnya ditenangkan rekan setim. Peluit panjang berbunyi. Spanyol menang. Uruguay tersingkir.

La Furia Roja melangkah ke babak 32 besar bukan dengan pesta gol, tetapi dengan sesuatu yang sering dimiliki tim juara: kemampuan mengendalikan pertandingan tanpa terlihat panik.

Susunan pemain

Uruguay:Fernando Muslera (Sergio Rochet 45'); Guillermo Varela, Mathias Olivera, Sebastian Caceres, Juan Sanabria (Brian Rodriguez 70'); Manuel Ugarte (Nicola de la Cruz 46'), Rodrigo Bentancur; Agustin Canobbio, Federico Valverde (Federico Vinas 57'), Maxi Araujo; Darwin Nunez.

Spanyol:Unai Simon; Marcos Llorente, Aymeric Laporte, Pau Cubarsi, Marc Cucurella; Pedri (Fabian Ruiz 60'), Rodri, Mikel Merino (Dani Olmo 60'); Lamine Yamal (Nico Williams 76'), Mikel Oyarzabal (Ferran Torres 76'), Alex Baena (Yeremy Pino 66').

Tidak semua kemenangan besar lahir dari permainan yang bising. Spanyol menunjukkan bahwa kadang satu gol, satu ritme, dan satu momen sudah cukup untuk melanjutkan perjalanan

0 Response to "Spanyol singkirkan Uruguay, gol Baena antar La Furia Roja juara grup Piala Dunia 2026"

Posting Komentar